Kamis, 29 November 2012

Drama Korea

     As we know that, Korean culture being struck all around in the world. For the first time, I know about Korea starts from some dramas that impressions in some station television in Indonesia. Some of dramas Korea that become my favorite are: Endless Love, Full House, Skip Beat, Boys Before Flower (BBF), Style, City Hunter, Dream High, Pasta, The King 2 Hearts, Play full Kiss, Miss Panda and Hedgehog, and many more.
1. Endless Love
   The story begins with toddler, Yoon Joon-Suh accidentally causing the switch of his sister and another baby when he drops the name cards on the two babies cribs in the hospital baby room. A nurse who comes in puts them back incorrectly. The story then jumps forward to the teenage years of the two main characters: Yoon Joon-Suh (Song Seung Heon) and Yoon Eun-Suh (Song Hye Kyo). They are the children of a rich professor and believe they are biologically brother and sister until Eun-Seo gets hit by a truck and needs a blood transfusion. At the beginning, Eun-Suh is very popular in school whereas her rival Choi Shin-Ae (Han Chae Young) is smart but does not get the attention she craves from the teacher and their classmates. Later, their situations are reversed when the switch is discovered.
    After blood tests are carried out by the doctor on Mr. and Mrs. Yoon for Eun-Suh's transfusion, the Yoons find out that Eun-Suh belongs to Mrs. Choi, and Shin-Ae is the Yoon's biological daughter. At first, only the parents and brother know about this, but eventually, Shin-Ae discovers the truth after she gets into a fierce argument with her non-biological mother over a teddy bear she received from her biological father. Eun-Suh only discovers the truth after Shin-Ae wants her biological parents to take her in. In the end, the two daughters return to their original birth parents. Shin-Ae moves in with the Yoon family, and Eun-Suh goes to live with Mrs. Choi (her biological father is dead) who operates a small restaurant living in abject poverty.
    The Yoon family moves to the United States and Eun-Suh loses touch with them. Joon-Suh (Song Seung Heon) returns to South Korea as a successful artist. He goes back to the town he lived in, where he encounters his old friend, Han Tae-Seok (Won Bin), who stays at the hotel where Eun-Suh (Song Hye Kyo) works as a telephone receptionist. Tae-Seok (who doesn't know about the brother and sister mix-up) falls in love with Eun-Suh and manipulates her until she is fired from her job. One day Eun-Suh sees Joon-Suh and follows him to the beach where he is with Yumi (his fiancée) and Tae-Seok, and the two "siblings" finally meet again after ten years.
    Eun-Suh and Joon-Suh pretend to have a sibling relationship in front of the others, but they meet each other secretly and fall deeply in love, though she always refers to him as "older brother." Shin-Ae (Han Chae Young) finds out about their relationship and exposes the two after she finds a love letter Eun-Suh wrote to Joon-Suh. The two decide to stay together, but are soon forced apart again because their parents are against the union, and Yumi hurts herself and blackmails Joon-Suh with suicide to hold on to him.
    As a fight between Joon-Suh and Tae-Seok erupts over their love for Eun-Suh, she discovers she has leukemia (the same fatal condition that killed her biological father's). She doesn't tell anyone except Tae-Seok, who offers to pay for her treatment. When her health deteriorates, the others begin finding out the extent of her condition. Eun-Suh soon falls into a coma. Joon-suh finds out about Eun-Suh's health and reacts with shock and fear. Tae-Seok forces Joon-Suh to try to wake up Eun-Suh. Luckily, she does wake up, but is too weak to follow the treatment. When it is clear that there is no hope, Joon-Suh takes her home so she can spend her last days with him. At this point, Yumi finally lets go of Joon-Suh. Joon-Suh proposes to Eun-Suh and they get married. Eun-Suh dies as Joon-Suh carries her around the beach where they spent her birthday as teenagers.
    Before Eun-Suh dies, she tells Joon-Suh to move on and continue living. However, Joon-Suh, dazed and grief-stricken by the death of his love and "sister", is struck by a truck in the same place as Eun-Suh's accident and perishes.

2. Full House
    Drama "Full House" ditayangkan oleh station KBS (Korean Broadcasting System) pada tanggal 14 July 2004 dan berakhir pada tanggal 4 September 2004. Para pemain yang ikut mendukung dalam serial drama ini antara lain: Rain (Lee Youngjae), Song Hye-Kyo (Jieun), Han Eun-Jeong (Hye-won), Kim Sung-Soo (Yoo Min-hyuk), Lee Young Eun (Yang Hee-jin), Kang Do-han (Shin Dong-wook), dan masih banyak lagi aktor dan aktris yang turut meramaikan serial drama yang menjadi tontonan favorit keluarga.
   "Full House" mengisahkan tentang Han Jieun (Song Hye-Kyo) dan Lee Youngjae (Rain) yang terikat sebuah kontrak pernikahan. Lee Youngjae adalah seorang aktor terkenal, sedangkan Han Jieun adalah seorang penulis naskah yang tinggal di sebuah rumah bernama "Full House", yang diwarisi dari sang ayah. Suatu hari Jieun ditipu oleh dua temannya, Heejin dan Dongwook, yang mengatakan bahwa ia memenangkan tiket wisata ke China dan ketika dia kembali ke rumah, ia mendapati rumahnya telah dijual. Pemilik rumah yang baru adalah Lee Youngjae yang dulu juga sempat ditemuinya pada waktu dia berlibur ke China.
   Jieun menceritakan masalahnya pada Youngjae dan ia diijinkan untuk tinggal di rumah tersebut sebagai pembantu. Pada suatu hari ketika keduanya tengah menghadiri sebuah acara, Youngjae sengaja mencium Jieun untuk membuat Hyewon cemburu (Hyewon adalah orang yang disukai Youngjae sejak dulu). Karena kejadian ini mereka memutuskan untuk membuat kontrak pernikahan yang akan berlaku selama enam bulan.
   Lama-lama Youngjae mulai jatuh cinta pada Jieun, bahkan Jieun dan keluarga Yongjae juga sudah sangat dekat. Namun hubungan mereka menjadi renggang karena Hyewon yang mulai merasa cemburu dengan hubungan Jieun dan Youngjae. Di samping itu juga ada Yoo Minhyuk, seorang pengusaha kaya yang jatuh cinta pada Jieun. Keadaan semakin memburuk ketika keluarga Youngjae mengetahui bahwa pernikahan Youngjae dan Jieun hanyalah rekayasa. Keduanya kemudian bercerai dan Youngjae memutuskan meninggalkan "Full House" dan berhenti menjadi artis.
    Setelah sekian lama berpisah, Youngjae kembali dan mencoba untuk mendapatkan hati Jieun. Mereka akhirnya memutuskan untuk menikah. Jieun telah menjadi penulis terkenal, bahkan tulisannya telah di filmkan dan meraih sukses, sedangkan Youngjae kembali meraih kepopuleran sebagai artis.

3. Princess Hours
   Drama ini dimulai dengan kabar bahwa Raja Yi Hyeon saat ini tengah sakit keras dan pihak istana mulai mencari pasangan untuk putra mahkota, Pangeran Lee Shin (Joo Jihoon), agar dapat menempati posisi sebagai raja jika suatu saat Raja Yi Hyeon meninggal. Akhirnya diputuskan bahwa calon istri Pangeran Lee Shin adalah seorang gadis biasa bernama Shin Chaekyeong (Yoon Eunhye). Kakek dari Pangeran Lee Shin dan kakek Chaekyeong dulunya adalah sahabat yang sangat dekat, dan di masa lalu mereka membuat perjanjian jika kelak Chaekyeong akan dinikahkan dengan putra mahkota. Karena itu akhirnya Lee Shin dan Chaekyeong menikah walaupun tanpa rasa cinta. Lee Shin sendiri sebenarnya telah memiliki kekasih bernama Min Hyorin (Song Jihyo), seorang ballerina yang ambisius. Lee Shin pernah melamarnya namun Hyorin menolak karena tidak mau pernikahannya kelak mengganggu kariernya sebagai ballerina.
   Konflik dalam drama ini terjadi ketika Hyorin mencoba merebut kembali Lee Shin dari Chaekyeong karena merasa menyesal telah menolak lamarannya dulu. Ia juga merasa iri melihat begitu banyak perhatian yang diberikan kepada Chaekyeong. Selain itu, kedatangan Lee Yul dan ibunya juga memperparah keadaan. Ibu Lee Yul, Hwayoung, dulunya adalah istri dari Raja Yi Soo, kakak laki-laki dari Raja Yi Hyeon yang telah meninggal dunia karena kecelakaan. Setelah kematian Raja Yi Soo, Hwayoung dan Lee Yul yang pada saat itu berumur 5 tahun, diusir dari istana karena pihak istana telah mengetahui hubungan gelap antara Hwayoung dan Yi Hyeon. Hwayoung dan Lee Yul kembali ke Korea dan bermaksud untuk membalas dendam dan merebut kedudukan putra mahkota yang dipegang oleh Lee Shin. Mereka berusaha untuk kembali mengambil posisinya dulu, karena jika Raja Yi Soo tidak meninggal pasti sekarang Hwayoung telah menjadi ratu dan Lee Yul menjadi putra mahkota Korea.
   Hwayoung semakin berusaha keras untuk menjatuhkan pemerintahan Raja Yi Hyeon, sedangkan Lee Jul justru jatuh cinta dengan Chaekyeong. Ia berusaha untuk merebut hati Chaekyeong, namun segala usahanya sia-sia karena Chaekyeong telah jatuh cinta pada Lee Shin. Sedangkan Lee Shin sendiri sebenarnya masih cinta pada Hyorin, walaupun sedikit demi sedikit ia mulai tertarik pada Chaekyeong. Drama ini berakhir dengan bersatunya Lee Shin dan Chaekyeong. Lee Yul dan ibunya telah menyerah dan memutuskan untuk meninggalkan istana, sementara Hyorin kembali fokus pada tujuannya untuk menjadi ballerina yang terkenal.

4. Boys Before Flower
   Drama BBF ditayangkan oleh KBS (Korean Broadcasting System) pada tanggal 5 Januari 2009 dan berakhir pada tanggal 31 Maret 2009 dengan total episode yaitu 25 episodes. Drama ini merupakan adaptasi dari komik Jepang yang berjudul (花より男子 Hana Yori Dango) dengan penulis yang bernama Yoko Kamio. Sebelum muncul BBF lebih dahulu ngetop serial drama Taiwan yang berjudul "Meteor Garden". Meteor Garden juga merupakan cerita adaptasi dari komik Jepang yang berjudul "Hana Yori Dango".
    Drama ini mengisahkan tentang Geum Jandi (Goo Hyesun), seorang gadis dari keluarga sederhana yang terlibat masalah dengan kelompok pemuda yang menyebut diri mereka F4. F4 adalah kumpulan pemuda kaya raya yang bersekolah di Shinhwa, kelompok ini terdiri dari Goo Jun pyo (Lee Minho), Yoon Jihoo (Kim Hyunjung), Seo Yijeong (Kim Bum) dan Song Woobin (Kim Joon). Cerita dimulai ketika Jandi menyelamatkan seorang siswa yang hendak bunuh diri di rooftop sekolah Shinhwa. Untuk meredam reaksi masyarakat, akhirnya pihak sekolah memutuskan untuk memberikan beasiswa kepada Jandi sehingga ia bisa bersekolah di Shinhwa. Di sana ia bertemu dengan kelompok F4 dan ia langsung mengumumkan perang kepada kelompok tersebut, terutama Goo Junpyo. Karena aksinya ini Jandi menjadi bulan-bulanan F4 dan siswa Shinhwa. Namun Jandi justru menaruh hati kepada Yoon Ji-hoo karena ia berbeda dari tiga anggota F4 lainnya. Saat Jandi dikerjai oleh murid lain, Jihoo selalu menolongnya.
    Selama bersekolah di Shinhwa, Junpyo tak pernah bosan untuk mengerjai Jandi. Namun, lama kelamaan ia justru semakin tertarik dengan Jandi dan ia merasa cemburu dengan kedekatan Jandi dan Jihoo. Junpyo mulai menunjukkan perhatiannya pada Jandi, namun Jandi tetap menyukai Jihoo. Ketika waktu berlalu dan Jihoo sudah mulai membalas perasaan Jandi padanya, Jandi justru telah jatuh cinta pada Junpyo. Namun kisah cinta Jandi dan Junpyo mendapatkan banyak cobaan yang berat, mulai dari ibu Junpyo yang sangat menentang hubungan keduanya sampai kecelakaan berat yang membuat Junpyo harus kehilangan ingatannya dan melupakan Jandi. Namun kisah mereka berakhir bahagia, Junpyo telah berhasil menjadi pengusaha yang sukses sedangkan Jandi tengah mewujudkan mimpinya untuk menjadi seorang dokter.

5. City Hunter
    City Hunter (시티헌터) is South Korean television drama series starring Lee Min-ho, Park Min-young, Lee Joon-hyuk, Kim Sang-joong, Kim Sang-ho, Hwang Sun-hee, Goo Ha-ra, Chun Ho-jin, and Lee Kwang-soo. City Hunter premiered on May 25, 2011 on SBS and finished broadcasting on July 28, 2011. This drama based on the Japanese manga series City Hunter and the written and illustrated by Tsukasa Hojo.
Genre of this drama are action, romance, and thriller.
    Lee Min-ho as Lee Yoon-sung/Puchai (Johnny Lee). Yoon-sung's ultimate goal is to avenge his father's killers. Using the identity of a Korean-American teenager, who is later revealed to have died several years before, he assumes a double life by graduating from MIT with a doctorate degree and lands a job at South Korea's presidential palace. The Job would lead to to him to cross paths with presidential bodyguard Kim Na-na, with whom he falls in love.
    Park Min-young as Kim Na-na. Na-na was forced to fend for herself at an early age after her mother was killed in a drunk driving accident and her father went comatose. Her exceptional skills in martial arts eventually earns her an assignment with the Presidential Security Service. During her time as a bodyguard, she falls in love with Lee Yoon-sung and eventually discovers his real identity. She steps down from the Blue House in the epilogue.
    Lee Joon-hyuk as Kim Young-joo. An intelligent presicutor, Kim Young-joo possesses a strong sense of justice, even against the corrupt politicians of South Korea. He is a son of one of the officials who ordered the 1983 operation. He is a constant rival of the City Hunter by working towards the same goals under legal cover, and tries to figure out his identity at the same time. Young-joo dies trying to arrest Chun Jae-man in the penultimate episode.
    Kim Sang Joong as Lee Jin-pyo (Steve Lee). Operation Clean Sweep's sole survivor, Lee spends the intervening years in Golden Triangle as a drug lord. Full of anger, he wants to kill all of the people who ordered hsi team dead. He pretends to be a Korean-American investor and uses Lee Yoon-sung as his agent of vengeance. He is killed by the Presidential Security Service in the final episode after failing to kill President Choi. Lee and the rest of the Clean Sweep strike team are eventually honored in Seoul National Cemetery.




   

Rabu, 21 November 2012

Tempat Wisata di Korea

1. Lotte World


    Lotte World merupakan salah satu tempat rekreasi ternama di Seoul Korea Selatan adalah Lotte World. Lotte World adalah kompleks rekreasi sangat terkenal dan popular di Seoul, Korea Selatan. Tempat ini terdiri dari taman bermain didalam ruangan (indoor) terbesar di dunia (hingga masuk dalam Guinness World Record). Lotte World ini terbuka sepanjang tahun, selain taman bermain indoor juga terdapat taman bermain di luar ruangan (outdoor) taman hiburan tersebut disebut dengan sebutan”Magic Island”, sebuah pulau buatan di tengah-tengah danau yang dihubungkan dengan jalur monorail.
   Lotte World terletak di Seoul-si Songpa-gu Jamsil-dong 40-1 di sisi selatan dari Han River yang membelah kota Seoul ini, tempat wisata keluarga a la Disney ini buka sepanjang tahun alias tidak kenal hari libur dan tidak kenal musim, mulai jam 09:00 sampai jam 22:00. Tiket masuknya dipatok mulai KRW 22.000 hingga KRW 38.000 untuk dewasa dan KRW 16.000 sampai KRW 29.000 untuk anak-anak. Untuk Anda yang berkunjung setelah jam 16:00 cukup membayar tiket masuk KRW 22.000 (dewasa) dan KRW 16.000 (anak-anak).
    Untuk mencapai Lotte World, Anda bisa menggunakan Seoul Subway Line No. 2 dan No. 8, berhenti di Jamsil Subway Station dan keluar di Exit No.4. Lotte World terhubung secara langsung dengan pintu keluar Subway Station. 
     Di Lotte World tidak hanya untuk bermain rekreasi saja, tapi disana juga lengkap ada pusat perbelanjaan, hotel yang megah, ada museum rakyat Korea, fasilitas olahraga, dan bioskop serta tempat bermain ice skating, semua dalam satu tempat. Disini terdapat beraneka permainan yang menantang adrenalin termasuk roller coaster, rumah hantu, balon ‘udara’, kereta monorail yang berkeliling dari indoor ke outdoor theme park, dan juga beragam pertunjukan kesenian di panggung utama indoor theme park dan berbagai parade unik yang secara rutin diselenggarakan setiap hari. Tak cuma itu, terdapat pula toko-toko suvenir, kedai penjual makanan kecil, restoran dan lain-lain. Bahkan, di waktu-waktu tertentu, diadakan pula pertunjukan sinar laser yang sangat meriah. 

2. . Myeongdong 


     Myeongdong merupakan lokasi favorit turis yang ke Seoul. Di tempat ini ada banyak tempat belanja mulai dari brand lokal hingga brand internasional seperti H&M, GAP dan Uniqlo. Outlet kosmetik Korea yang terkenal seperti Etude dan Face Shop juga tersebar di sini. Berbagai restoran fast food internasional seperti McDonald dan KFC bisa ditemukan di Myeongdong.
    Di Myeongdong pun Anda bisa melihat lokasi syuting dua serial drama yaitu Princess Hours dan Boys Before Flowers. Untuk Princess Hours, di sinilah Lee Shin dan Chae-gyeong berciuman. Sedangkan Boys Before Flowers, ada restoran yang menjadi lokasi syuting di sini yaitu The Farmer’s Table. Myeongdong dapat dicapai dengan subway line 4 warna biru dan turun di Stasiun Myengdong.

3. Nami Island


    Penggemar Winter Sonata, wajib datang ke Nami Island. Pulau ini berada di kawasan Chuncheon, Gangwon-do. Jika tak mau susah untuk mencapai pulau ini ada tur bus yang berangkat dari Insadong, Seoul, pada pukul 09.30 dan kembali pukul 16.00. Harga tiket busnya PP 15 ribu Won atau sekitar Rp 120 ribu.Untuk masuk ke pulau ini, pengunjung harus membayar tiket seharga 10 ribu Won. Namun untuk turis asing mendapat diskon menjadi 8 ribu Won atau sekitar Rp 64 ribu.
    Di pulau ini, Anda bisa melihat langsung di mana saja Choi Ji-woo dan Bae Yong Joon, dua pemeran utama Winter Sonata, saling memadu kasih. Misalnya saja hutan tempat mereka berjalan-jalan. Pemandangan di tempat ini memang sungguh romantis. 

4. Jeju Island


     Pulau Jeju (Jeju-do) adalah pulau terbesar di Korea dan terletak di sebelah selatan semenanjung Korea. Pulau Jeju adalah satu-satunya provinsi berotonomi khusus Korea Selatan.
   Terletak di Selat Korea, sebelah barat daya Provinsi Jeolla Selatan, yang dahulunya merupakan satu provinsi sebelum terbagi pada tahun 1946. Ibukota Jeju adalah kota Jeju (Jeju-si).
   Topografi Pulau Jeju terbentuk sekitar 2 juta tahun lalu oleh aktivitas vulkanis. Di tengah-tengah pulau muncul Hallasan (Gunung Halla), gunung tertinggi di seluruh Korea (1.950 m). Pulau ini bercuaca hangat sepanjang tahun dan pada musim dingin jarang turun salju, sehingga tanaman-tanaman yang tumbuh di daerah subtropis bisa bertahan hidup. 

5.  N Seoul Tower 

     
      The N Seoul Tower, officially the CJ Seoul Tower and commonly known as the Namsan Tower and Seoul Tower, is a communication and observation tower located on Namsan Mountain in central Seoul, South Korea.
       N Seoul Tower built in 1969, and at a cost of approximately $2.5 million, it was opened to the public in 1980. Since then, the tower has been a landmark of Seoul and measures 236.7 m (777 ft) in height (from the base) and tops out at 479.7 m (1.574 ft) above sea level.
      In 2008, Teddy Bear Museum was open at the Tower to showcase teddy bears in the past, present, and future of Seoul, as well as teddy bears models in Seoul attractions, such as the Cheonggyecheon Stream, Myeongdong, Insadong and Dongdaemun.   

6. Namdaemun Market


  Sebagai pasar terbesar dan tertua di Seoul, Namdaemun adalah perpaduan dari pasar tradisional dan modern yang sangat kental. Pedagang kaki lima di jalan menjual barang-barang khas Korea sementara di kanan-kiri banyak penjual barang modern. Yang dijual sangat beragam mulai dari barang fashion, peralatan rumah tangga sampai aksesori.
   Namdaemun ini lokasinya dekat dengan Myeongdong, jadi untuk ke sana Anda bisa menggunakan subway biru line 4 atau subway hijau line 2 stasiun Euljiro 1ga. 

7. Insadong


   Bagi kalian yang ingin mencari pernak-pernik kerajinan Korea, mulai dari Hanbok (pakaian tradisional Korea) sampai Hanji (tulisan tradisional Korea) disinilah tempatnya. Selain itu pasar Insadong juga menyediakan keramik, teh hijau khas Korea dan berbagai macam produk khas lainnya.
    Bagi yang ingin ke Insadong silahkan naik subway line 3 warna orange dan turun di stasiun Anguk.    

8. Love Lock in N Seoul Tower


   Ada satu hal yang menarik dari N Seoul Tower, yaitu disini terdapat ribuan atau bahkan jutaan pasang gembok yang dipasang di pagar dengan berbagai macam tulisan atau nama mereka dengan pasangan masing-masing dan berbagai macam tulisan berisi cita-cita atau harapan yang dibuat oleh sepasang kekasih. Setelah itu kunci gembok dibuang dengan harapan mereka tidak akan terpisahkan.   

9. Dongdaemun Shopping Complex


   Dongdaemun adalah salah tempat shopping yang sudah terkenal seantero Asia sebagai pusat grosir barang-barang Korea. Bagi yang ingin ke tempat ini silahkan naik subway line 4 warna biru turun di stasiun Dongdaemun. Dongdaemun adalah kompleks besar dengan lebih dari 30.000 toko dan buka hampir 24 jam. Di tempat ini kita bisa beli barang dengan hitungan satuan tidak perlu grosiran.  

 
   

Selasa, 20 November 2012

Makanan khas Korea

Kimchi
     Kimchi adalah makanan tradisional Korea, salah satu jenis asinan sayur hasil fermentasi yang diberi bumbu pedas. Setelah digarami dan dicuci, sayuran dicampur dengan bumbu yang dibuat dari udang krill, kecap ikan, bawang putih, jahe dan bubuk cabai merah.
      Sayuran yang paling umum dibuat kimchi adalah sawi putih dan lobak. Zaman dahulu, kimchi diucapkan sebagai chim-chae yang artinya "sayuran yang direndam."
      Di Korea, kimchi selalu dihidangkan di waktu makan sebagai salah satu jenis banchan yang paling umum. Kimchi juga digunakan sebagai bumbu sewaktu memasak sup kimchi (kimchi jjigae), nasi goreng kimchi (kimchi bokkeumbap), dan berbagai masakan lain.
     Kimchi dibuat dari beraneka ragam bahan sesuai jenis kimchi dan selera orang yang membuatnya. Kimchi yang paling dikenal di luar Korea adalah baechu kimchi yang dibuat dari sawi putih (baechu) dan lobak (mu) dicampur bawang putih (maneul), cabai merah (ppalgangochu), daun bawang (pa), cumi-cumi (ojingeo), tiram (gul) atau makanan laut lain, jahe , garam (sogum) dan gula (soltang).
    Kimchi dibuat dari berbagai jenis sayuran sehingga mengandung kadar serat makanan yang tinggi, namun rendah kalori. Sebagian besar kimchi dibuat dari sayuran seperti bawang bombay, bawang putih, dan cabai yang baik untuk kesehatan. Kimchi kaya dengan vitamin A, thiamine (B1), riboflavin (B2), kalsium, zat besi, dan bakteri asam laktat yang baik untuk pencernaan. Pada tahun 2000, strain bakteri asam laktat (strain MT-1077) penghasil bakteriosin yang diisolasi dari kimchi diberi nama Lactobacillus kimchi.
   Kimjang adalah tradisi orangf Korea membuat kimchi, ggakdugi, dan dongchimi dalam jumlah besar di hari-hari musim dingin. Tradisi ini dilakukan pada hari cerah ketika angin dingin bertiup (awal November-pertengahan Desember). Setelah hari Kimjang ditentukan oleh anggota keluarga, kerabat dan tetangga, mereka berkumpul di satu tempat untuk beramai-ramai membuat kimchi. Satu keluarga yang terdiri dari empat orang biasanya memerlukan sawi berukuran besar antara 40-50 buah. Setelah dicuci, ditaburi garam, dan direndam di dalam air pada hari sebelumnya, lembar demi lembar daun sawi diolesi dengan bumbu kimchi hingga merata oleh para wanita dalam keluarga. Kimjang juga merupakan suatu kesempatan untuk meneruskan resep keluarga, dari nenek ke ibu, dari ibu ke anak perempuan, dan dari mertua ke menantu.
KIMCHI

Bulgogi
      Bulgogi (bahasa Korea: api, dan 고기 daging) adalah masakan daging asal Korea. Daging yang digunakan antara lain daging sirloin atau bagian daging yang bagus dari seekor sapi.

Bumbu bulgogi adalah campuran kecap asin dan gula ditambah bumbu lain bergantung pada resep dan daerahnya di Korea. Sebelum dimakan, daun selada digunakan untuk membungkus bulgogi bersama kimchi, bawang putih, atau penyedap lain sesuai selera.

Di Jepang, makanan yang sejenis disebut Yakiniku. Dibandingkan dengan Yakiniku, bumbu daging untuk bulgogi dibuat lebih manis. Air pada bumbu cukup banyak sehingga daging tidak dipanggang di atas plat besi (teppan), melainkan di atas panci datar
.    
BULGOGI

Bibimbap
      Bibimbap adalah makanan Korea berupa semangkuk nasi putih dengan lauk diatasnya berupa sayur-sayuran, daging sapi, telur dan sambal gochujang. Nama umumnya nasi campur dari kata 비빔  (campur) dan (nasi). Sebelum dimakan, nasi dan lauk diaduk menjadi satu.
      Bibimbap yang dihidangkan dalam mangkuk dari batu yang sudah dipanaskan disebut Dolsot Bibimbap (돌솥 비빔밥, "dolsot" berarti "mangkuk batu"). Panas dari mangkuk batu akan mematangkan telur mentah yang diletakkan di atas nasi sebagai lauk. Sebelum nasi dimasukkan, minyak wijen dituangkan di dasar mangkuk batu agar terbentuk lapisan kerak nasi yang harum dan garing di dasar mangkuk.
 BIBIMBAP
Gimbap
      Gimbap atau kimbap adalah makanan ringan khas Korea yang sangat digemari.[1] Gimbap dibuat dari nasi yang digulung dengan rumput laut kering yang disebut gim. Isi dari gimbap dapat bermacam-macam, seperti daging, sosis atau omelet. Gimbap dipotong menjadi ukuran kecil dan disajikan dingin, biasanya disajikan dengan danmuji dan kimchi.
      Bahan dasar gimbap adalah nasi, daging, sayuran yang diacar atau yang masih segar. Secara tradisional nasi dibumbui dengan garam dan minyak wijen atau minyak perilla. Isinya pun beragam, mulai dari ikan (dalam bentuk fish cake), daging kepiting, telur atau daging iga sapi yang dibumbui. Sedangkan bahan sayuran adalah ketimun, bayam, wortel dan danmuji.
GIMBAP
Jeongol
     Jeongol adalah makanan Korea berupa berbagai sup yang direbus di dalam panci besar, dan dihidangkan di tengah-tengah meja untuk dimakan bersama. Dibandingkan dengan jjigae yang hanya berisi satu jenis bahan utama, bahan untuk isi jeongol biasanya jauh lebih beragam.[1] Berbeda dari jjigae yang bermula dari makanan rakyat, jeongol seperti halnya gujeolpan bermula dari makanan untuk kalangan bangsawan atau anggota keluarga kerajaan.
    Makanan ini biasanya berisi irisan daging sapi, jeroan, berbagai jenis makanan laut, dan ditambah berbagai jenis sayuran, jamur, dan bumbu-bumbu lain. Semua bahan direbus bersama di dalam panci dangkal untuk memasak jeongol yang disebut jeongolteul (
전골틀). Makanan ini umumnya dibuat pedas karena diberi bumbu gochujang dan bubuk cabai. Selain itu, jenis kaldu yang digunakan untuk merebus bergantung kepada bahan utama yang menjadi isi sup.
 JEONGOL
 
   

   

Senin, 19 November 2012

Sistem kekeluargaan dalam masyarakat Korea

     Sistem kekeluargaan di Korea menganut sistem patrilineal, yaitu suatu sistem keluarga yang memposisikan anak laki-laki terutama anak sulung sebagai anggota keluarga yang paling penting. Anak laki-laki atau anak sulung laki-laki mempunyai hak istimewa dan tanggung jawab yang besar dalam suatu keluarga. Hak istimewa dapat berupa jatah warisan paling besar dibanding saudara-saudara lainnya. Namun, juga mempunyai tanggung jawab sebagai kepala keluarga ketika ayahnya meninggal dan harus tetap tinggal bersama orang tua walaupun dia sudah menikah.

Ragam Budaya Korea

       Banyak ragam budaya negara Korea yang mempunyai ciri khas yang unik serta menarik untuk diketahui. Berikut ini akan diuraikan secara singkat beberapa ragam budaya yang merupakan ciri khas negara Korea.
Hanbok
     Hanbok atau Joseon-ot adalah baju tradisional Korea. biasanya hanbok memiliki warna yang cerah dengan potongan yang simple dan tidak memiliki kantong. Masyarakat Korea biasanya memakai hanbok pada acara semi-formal atau formal dalam acara perayaan atau festival tradisional. Hanbok untuk wanita terdiri beberapa bagian, yaitu jeogori, atasan yang berbentuk blus atau jaket dan chima. Chima berbentuk seperti rok panjang. Sedangkan untuk hanbok laki-laki terdiri dari jeogori dan baji. Baji adalah celana tradisional yang bentuknya longgar.
    Jeogori adalah bagian atas dari hanbok yang dipakai oleh laki-laki maupun perempuan. Jeogori mempunyai bagian-bagian dasar, yaitu gil, git, dongjeong, goreum dan bagian lengan. Gil adalah bagian paling besar dari jeosori, baik yang ada di belakang maupun di depan. Git adalah pita dari kain yang menghiasi kerah. Dongjeong adalah kerah berwarna putih, sedangkan goreum adalah bagian pengikat dari jeogori. 
        Bagian-bagian Hanbok

       Chima terbuat dari kain berbentuk persegi yang dilipat dan dijadikan rok. Mereka mengikat bagian atas sehingga rok itu bisa menutupi tubuh. Sebelum menggunakan chima, kita harus menggunakan rok dalam (sokchima) terlebih dahulu. Apabila kita hendak menggunakan hanbok, sebaiknya kita ketahui apa saja urutannya, yaitu menggunakan sokchima, kemudian chima, dan yang terakhir adalah jeogori.
       Korea juga memiliki hanbok khusus untuk anak-anak, yang terdiri dari jeogori dan jokki (sebuah rompi) dan mereka juga bisa menambahkan jeonbok (rompi yang panjang) di luarnya. Hanbok ini biasa dikenakan dengan penutup kepala, seperti bokgeon (mengerucut di bagian atas), hogeon untuk anak laki-laki, dan gulle untuk anak perempuan. Anak-anak biasa menggunakan hanbok untuk acara-acara besar, seperti Chuseok dan Seolnal. Hanbok juga dikenakan pada acara ulang tahun mereka yang pertama.
  Ini adalah contoh Hanbok anak

     Hanbok dibedakan menjadi beberapa jenis menurut tujuannya, yaitu: pakaian sehari-hari, pakaian upacara (termasuk ulang tahun pertama, pernikahan, dan pemakaman), dan pakaian spesial (untuk pejabat negara).

Sangtu
       Sangtu merupakan jenis model konde rambut tradisional yang dikenakan oleh pria Korea pada masa lalu. Laki-laki Korea pada masa lalu memelihara rambut panjang dan menyusunnya di atas kepala dengan cara menguncir, mengikat, dan membentuk konde. Sepotong aksesoris kecil yang terbuat dari emas, perak atau perunggu yang dinamakan danggot diselipkan untuk menjaga sangtu agar tetap kencang. Sejenis kain pelapis yang terbuat dari rambut kuda yang dinamakan manggeon dipakaikan di bagian atas kepala untuk mencegah helai rambut jatuh ke muka.
Danggot and Sangtu

Won
      Won, adalah mata uang negara Korea. Mata uang ini sudah digunakan sejak pasca penjajahan Jepang. Mata uang won terdiri dari empat jenis uang koin dan empat jenis uang kertas. Pecahan uang koinnya 10 won, 50 won, 100 won, dan 500 won. Sedangkan pecahan uang kertasnya 1.000 won, 5.000 won, 10.000 won, dan 100.000 won.

Jibdeuri
      Jibdeuri merupakan suatu tradisi acara selamatan tahun baru. Tradisi ini sudah berlangsung sejak dulu di Korea. Dalam tradisi tersebut, para tamu akan membawa kado atau hadiah berupa tisu, korek api, dan deterjen. Setiap jenis kado tersebut mempunyai makna tersendiri. Tisu mempunyai makna agar si pemilik rumah mendapat rejeki yang lancar selancar tisu jika larut dalam air. Korek api, mempunyai makna agar pemilik rumah cepat mendapat rejeki seperti korek api yang cepat menyalakan api. Sedangkan deterjen mempunyai arti agar si pemilik rumah mendapat banyak rejeki melimpah sebanyak limpahan busa deterjen. Tapi, saat ini banyak orang Korea yang memberikan hadiah lain seperti alat rumah tangga, pot, bunga, dll.